Jalan Sehat di Kota Lama: “Jangan Maklum dengan Pikun”

Minggu 15/9/19, waktubarusajaberanjakdaripukul 6:00 WIB. Namun sekitar 500 peserta, umumnya kalangan lansia telah memadati lapangan Taman Lampion Kota Lama,Ya, mereka adalah peserta Jalan Sehat Festival Kota Lama 2019 yang disponsori ALZI Indonesia, sebuah organisasi yang peduli dengan penderita alzheimer. Semua peserta mengenakan kaos warna ungu dengan tulisan “Jangan Maklum Dengan Pikun” bergambar gajah. Gajah diambil sebagai simbol karena hewan tersebut memiliki ingatan yang sangat baik.Acara jalan sehat ini dibuka oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang dan sambutan oleh ketua Festival Kota Lama 2019, Yeru Salimianto.

Peserta menyusuri rute  sejauh 800 meter mulai dari Taman Kota Lama menuju arah barat taman Sri Gunting lalu muter belakang Gereja Blenduk, dan terakhir finish lagi di taman Lampion Kota Lama. Peserta diberi goodie bag yang berisi air satu botol dan teh poci, ada juga snack krupuk ringan. Peserta juga dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis, cek tensi darah, cek gula darah, dan cek kolesterol. Setelah jalan sehat selesai peserta di arahkan lagi ke taman kota lama untuk melakukan senam poco-poco sebagai cara agar lebih semangat dan mendapat keringat.

September merupakan bulan alzheimer  dunia. ALZI sebagai perwakilan Indonesia mengajak setiap anggota masyarakat untuk berkontribusi dalam upaya pencegahan dan pengendalian demensia di Indonesia. Kegiatan Alzi dunia bulan September iniberlangsungdi 100 negara secara serentak. Di Indonesia kegiatan bulan alzheimer ini berlangsung di 15 kota di seluruh Indonesia, mulai Bandung, Bali, Bogor, Bekasi, Bengkalis, Depok, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Malang, Manado, Medan, Surabaya, Salatiga, Surakarta, dan Semarang. Di Indonesia masih banyak ditemukan keterlambatan deteksi orang dengan demensia (ODD) karena merasa malu untuk memeriksa diri ke layanan kesehatan yang disebabkan berkembangnya mitos dan stigma negatif. Menurut direktur ALZI Indonesia, Patricia Tumbelaka “Saat ini diperkiakan jumlah orang dengan demensia telah mencapai 1,2 juta jiwa pada 2019 ini”, kata Patricia.

Leave a Comment