Book Talk: Menapaki Kota Semarang Lewat Buku di Festival Kota Lama

Buku berjudul “Semarangku Semarangmu” karya dari Sulis Bambang membuka acara booktalk pada rangkaian acara Festival Kota Lama, Kamis sore . Kumpulan cerpenbertema cinta inimengambilsetting  lokasiseputar kota Semarang.

Selain Sulis Bambang, tampil pula penulis asal Semarang Enggar Adibroto dan Yanti sebagai narasumber. Dalam kesempatan itu, Sulis Bambang berharap munculnya penulis-penulis muda atau penulis milenial yang menjad ikankota Semarang sebagai setting dari kisah yang ditulisnya. Penggambaran lokasi yang menjadi setting sebuah cerpen atau karya tulis merupakan pendokumentasian tertulis dari sebuah daerah atau kota pada saat karya tulis itu dibuat. Sementara Enggar Adibroto menekankan riset merupakan keharusan untuk menghasilkan karya tulis yang baik dan menarik.  Sebuah cerpen yang ditulis tanpa melalui riset hanya akan menampilkan karya imajinatif yang jauh dari fakta, tandasnya.

Acara hari pertama booktalk ini dimeriahkan dengan penampilan kelompok Musik Karinding Nusantara  pimpinan Muklis Ponco dari Banten. Karinding adalah alat musik tiup tradisonal asal Sunda. Dengan mengharmonisasi kannya bersama alat musik lain seperti gitar. seruling dan bambu air, 6 musisi dari Institut Karinding Nusantara tersebut membawakan dua lagu di awal dan penutupan acara.

Kecuali Jumat, 13 september,Booktalk diadakan setiap hari selama festival berlangsung pukul 16.00-17.15 WIB,  di Amphiteater Oudethrap belakang taman Sri Gunting.

Leave a Comment