Mengenal Sosok Gie Lewat Bedah Film dan Diskusi di Festival Kota Lama

Di gedung Marabunta pada hari ini, Sabtu (14/9/19) pukul 13.00-15.00 WIB berlangsung acara bedah film biografi dari tokoh aktivis Indonesia, Soe Hok Gie. Film ini disutradarai oleh Riri Riza dan diproduseri oleh Mira Lesmana. Film ini bercerita tentang kehidupan Gie (nama panggilannya) berdasarkan catatan hariannya daritahun 1957 sampai 1969. Film ini dipilih karena sebagian latar waktunya berlangsung di area Kota Lama Semarang, yaitu semasa Gie duduk dibangku SMA.

Gie yang dilahirkan tanggal 17 Desember 1942, adalah adik dari sosiolog Arief Budiman. Di masa mudanya Gie dikenal kritis dan berani berargumentasi dengan orang-orang yang berbeda pendapat dengannya. Selain kritis, Gie adalah seorang yang berpendirian kuat, pendiam dan tidak mudah terpengaruh. Ia adalah seorang pemuda yang bercita-cita ingin merubah negeri ini, menjadi negeri yang mewujudkan keadilan, persatuan, keamanan dan kesejahteraan bagi rakyat.

Pada suatu titik kehidupannya, teman-teman seperjuangannya satu demi satu meninggalkannya sehingga ia berjuang sendirian. Hidup Gie berakhir dramatis, meninggal di Gunung Semeru akibat gas beracun. Ia meninggal dalam keadaan sedih dan kesepian, sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27, 16 Desember 1969. Film ini merupakan film yang baik untuk pembelajaran sejarah, politik dan pembangunan karakter pemuda yang positif. Pengunjung yang datang kurang lebih30 orang terdiri dari mahasiswa dan umum. Walau tidak terlalu banyak, tetapi pengunjung yang datang tampak antusias menanggapi materi yang disampaikan. Harga tiket masuknya adalah Rp65.000 melalui daftar online dan Rp75.000 bila beli langsung di lokasi. Peserta mendapat goodie bag dan fasilitas gratis keliling Kota Lama bersama komunitas Bersukaria Walk.

Leave a Comment