• Home
  • Event
  • Profil
  • Kontak Kami
  • Blog
Event

Mencintai Jarik Lewat Lomba Lari di Festival Kota Lama

by masadmin September 17, 2019
written by masadmin

Suasana seru tercipta saat sejumlah ibu-ibu lomba lari berjarik hari Minggu 15/9/19. Kaum hawa itu dengan bersemangat untuk menjadi yang tercepat di lintasan yang digelar di depan gedung Marba. Selain wanita paruh baya, lomba lari berjarik ini juga diikuti oleh para remaja. Sebagai selingan, penyelenggara acara ini, Komunitas Diajeng Semarang juga mengadakan lomba lari bersarung untuk bapak-bapak.

Para peserta mengaku senang dengan adanya event unik seperti ini dijaman yang sudah modern, bahkan ada peserta dari luar kota yang rela jauh-jauh datang untuk mengikuti lomba lari berjarik dan sarungan ini. Menurut Maya Diana Kusuma Dewi selaku ketua Komunitas Diajeng Semarang, acara ini adalah bentuk kontribusi dalam pelestarian budaya khususnya berjarik dan berkebaya dengan mengangkat kearifan lokal Semarang. Diharapkan Komunitas Diajeng Semarang bisa bersinergi lagi dengan Festival Kota Lama Semarang tahun depan dengan konsep yang lebih menarik lagi, terutama bagi kaum milenial yang perlu mendapat edukasi tentang kearifan lokal Semarang ini. Karena para kaum milenial lah yang akan menjadi penerus tradisi budaya lokal, jika tidak dilakukan edukasi sejak dini maka akan susah untuk mecari penerus dari pelestari budaya lokal ini.

September 17, 2019 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Artikel

Jalan Sehat di Kota Lama: “Jangan Maklum dengan Pikun”

by masadmin September 17, 2019
written by masadmin

Minggu 15/9/19, waktubarusajaberanjakdaripukul 6:00 WIB. Namun sekitar 500 peserta, umumnya kalangan lansia telah memadati lapangan Taman Lampion Kota Lama,Ya, mereka adalah peserta Jalan Sehat Festival Kota Lama 2019 yang disponsori ALZI Indonesia, sebuah organisasi yang peduli dengan penderita alzheimer. Semua peserta mengenakan kaos warna ungu dengan tulisan “Jangan Maklum Dengan Pikun” bergambar gajah. Gajah diambil sebagai simbol karena hewan tersebut memiliki ingatan yang sangat baik.Acara jalan sehat ini dibuka oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang dan sambutan oleh ketua Festival Kota Lama 2019, Yeru Salimianto.

Peserta menyusuri rute  sejauh 800 meter mulai dari Taman Kota Lama menuju arah barat taman Sri Gunting lalu muter belakang Gereja Blenduk, dan terakhir finish lagi di taman Lampion Kota Lama. Peserta diberi goodie bag yang berisi air satu botol dan teh poci, ada juga snack krupuk ringan. Peserta juga dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis, cek tensi darah, cek gula darah, dan cek kolesterol. Setelah jalan sehat selesai peserta di arahkan lagi ke taman kota lama untuk melakukan senam poco-poco sebagai cara agar lebih semangat dan mendapat keringat.

September merupakan bulan alzheimer  dunia. ALZI sebagai perwakilan Indonesia mengajak setiap anggota masyarakat untuk berkontribusi dalam upaya pencegahan dan pengendalian demensia di Indonesia. Kegiatan Alzi dunia bulan September iniberlangsungdi 100 negara secara serentak. Di Indonesia kegiatan bulan alzheimer ini berlangsung di 15 kota di seluruh Indonesia, mulai Bandung, Bali, Bogor, Bekasi, Bengkalis, Depok, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Malang, Manado, Medan, Surabaya, Salatiga, Surakarta, dan Semarang. Di Indonesia masih banyak ditemukan keterlambatan deteksi orang dengan demensia (ODD) karena merasa malu untuk memeriksa diri ke layanan kesehatan yang disebabkan berkembangnya mitos dan stigma negatif. Menurut direktur ALZI Indonesia, Patricia Tumbelaka “Saat ini diperkiakan jumlah orang dengan demensia telah mencapai 1,2 juta jiwa pada 2019 ini”, kata Patricia.

September 17, 2019 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Film

Bedah Film: Kontroversi Garapan Apik “Kucumbu Tubuh Indahku”

by masadmin September 17, 2019
written by masadmin

Diskusi bedah film “Kucumbu Tubuh Indahku” karya Garin Nugroho hari Minggu 15/8/19 berlangsung hangat. Sekitar 200 orang memenuhi gedung Marabunta, tempat diskusi berlangsung. Meski panitia mengenakan biaya tiket masuk Rp 65.000,- via online dan Rp 75.000,- di lokasi, tidak menyurutkan antusiasme peserta. Diskusi yg digelar pukul 15:10 selepas pemutaran film dipenuhi peserta yang tidak hanya datang dari Semarang namun juga dari kota-kota di Jawa Tengah lainnya. Tampak pula beberapa wisatawan asal Belanda dan Amerika yang datang untuk menonton.

Film Kucumbu Tubuh Indahku ini memang menuai kontroversi karena  dituding mengkampanyekan LGBT.  Padahal menurut Garin yang juga hadir pada diskusi ini, pihaknya tidak bermaksud seperti itu. Menurutnya banyak pihak salah kaprah dan salah mengartikan namun tidak mau diajak duduk bersama untuk mendiskusikannya.

Film “Kucumbu Tubuh Indahku” bercerita tentang perjalanan hidup seorang Juno, dari kecil hingga dewasa yang penuh dengan pengalaman hidup traumatis. Juno kecil (Raditya Evandra) lahir di desa terpencil di daerah Jawa yang terkenal karena banyak penduduknya berprofesi sebagai Lengger Lanang, sebutan untuk penari laki-laki yang menarikan tarian perempuan. Lingkungan tempat tinggalnya yang tidak membedakan antara sisi maskulin dan feminim dari seseorang yang membentuk jati diri Juno yang tergambar dari film ini.

Selain itu Juno melulu mengalami takdir yang selalu mempertemukan dirinya akan kekerasan, kasih sayang, dan kepergian dengan bentuk yang berbeda-beda. Garapan apik keunikan cerita menghantar film ini menyabet berbagai penghargaan internasional di antaranya menjadi pemenang di Asia Pasific Screen Awards dan Festival Des 3 Continents Nantes 2018.  Bahkan juga mendapat penghargaan dari Unesco.

“Semua film karya saya, pasti akan menuai kontrofersi karena dilihat dari judulnya sudah tidak masuk akal dan menimbulkan pertanyaan. Itu saya sengaja agar film-film yang saya hasilkan bisa di buat untuk bahan diskusi, dan kebanyakan isu-isu panas yang sedang viral di Indonesia”, kata Garin. Untuk membuat satu karya saja dibutuhkan riset yang lumayan lama hingga berbulan-bulan sebelum akhirnya naik ke meja produksi untuk di buat sebuah film. Dalam waktu dekat ini Garin akan launching  film karya terbarunya. Untuk judulnya masih rahasia biar surprise, tandas Garin.

September 17, 2019 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

Recent Posts

  • Menghidupkan Kembali Kota Lama Semarang
  • ARAK-ARAKAN INDISCHE PARADE TANDAI BERAKHIRNYA Festival Kota Lama 2019
  • Line Dance On The Street Ramaikan Hari Terakhir Festival Kota Lama 2019
  • Panggung Sketsa Musik Kota Lama Ramaikan Hari Jadi ke-7 Arsisketur
  • Belajar Wayang Suket di Acara Kids Fun Kota Lama

Recent Comments

    Archives

    • September 2022
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • September 2018
    • March 2018
    • September 2017

    Categories

    • Artikel
    • Berita
    • Blog
    • Budaya
    • Event
    • Film
    • Kuliner
    • Musik
    • News
    • Sejarah
    • Uncategorized

    @2019 - All Right Reserved. Designed and Developed by Festival Kota Lama

    Festival Kota Lama
    • Home
    • Event
    • Profil
    • Kontak Kami
    • Blog