• Home
  • Event
  • Profil
  • Kontak Kami
  • Blog
Event

Harry Xiao: Follow Your Passion and Define Your Life

by masadmin September 25, 2019
written by masadmin

Program Workshop Training sebagai bagian dari kegiatan dalam Festival Kota Lama Semarang 2019 merupakan program yang tidak kalah menarik dan tentunya akan bermanfaat bagi peserta yang ingin mengembangkan dirinya. Workshop Training ini dibawakan oleh motivator kondang dari Semarang yaitu Harry Xiao. Workshop ini diadakan dari hari Rabu (18/09/2019) hingga Kamis (19/09/2019), bertempat di gedung Marabunta. Workshop yang diadakan pada pukul 09.00-16.00 ini dibuka untuk umum, tanpa batasan usia atau pun profesi.

Siapapun yang berniat ingin mengembangkan diri kearah yang lebih baik, boleh datang. Workshop Training ini bertema “Passion To Action: Follow Your Passion And Define Your Life Mission” dan bertujuan untuk mengajak peserta untuk mendalami dan mengembangkan apa yang menjadi passion mereka. Sang motivator Harry Xiao mengatakan, “Dalamilah passion Anda. Ikuti dan kembangkanlah karena jika kita melakukan sesuatu sesuai dengan passion, maka hasil yang didapat bisa lebih maksimal”.

Peserta yang berpatisipasi dalamm workshop ini terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga karyawan kantoran. Ide workshop ini berawal dari keprihatinan sang motivator melihat kegamangan anak-anak muda yang sudah menempuh pendidikan tinggi, tetapi setelah lulus kebingungan mau bekerja apa dan di mana. Setelah mengikuti workshop ini peserta diharapkan bisa memiliki kesadaran bahwa pekerjaan yang  seharusny aditekuni adalahpekerjaan yang sesuai dengan passion masing-masing. Jadi, pekerjaan yang dilakukan bukan hanya sekedar untuk mencariuang, melainkan juga bisa membangkitkan kegairahan dan kebahagiaan.

Dalam workshop ini para peserta diajak untuk menyelami diri sendiri agar bisa menemukan apa yang menjadi passion terdalamnya. Workshop ini juga mengajarkan para pesertauntuk berani berinteraksi dengan orang-orang baru disekitar. Caranya, peserta diminta untuk membentuk kelompok dan setelah itu harus saling menceritakan passion masing-masing. Tujuannya agar para peserta berani mengungkapkan sisi terpendamnya selama ini dan berani memulai apa yang menjadi passion masing-masing. Para peserta yang hadir mengaku senang mengikuti workshop ini karena mendapatkan manfaat, yaitu pikiran lebih terbuka untuk berani keluar dari zona nyaman dan memulai sesuatu yang baru sesuai dengan passion.

September 25, 2019 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Artikel

Booktalk Duo Detektif: Sabotase Lokomotif B2503 Karya Wiwien Winarto

by masadmin September 25, 2019
written by masadmin

Sebagai bagian dari kegiatan dalam Festival Kota Lama 2019, pada hari Selasa (17/09/2019) kembali dilangsungkan acara bedah buku di Amphitheater Oudetrap. Acara yang banyak dihadiri oleh sesama penulis ini membahas buku dengan tema yang berbeda dengan buku-buku yang sudah dibahas sebelumnya dalam rangkaian acara yang sama. Sebelumnya buku-buku untuk orang dewasa yang dijadikan subyek bahasan. Kali ini giliran buku untuk anak-anak yang ditampilkan, yaitu buku “Duo Detektif: Sabotase Lokomotif B2503” karangan Wiwien Winarto.

Menurut penuturan sang penulis, ia terinspirasi oleh cerita komik serial Detektif Conan dan Sherlock Holmes ketika memutuskan untuk menulis buku tersebut. Buku yang berlatar tempat di seputaran wilayah Jawa Tengah ini menceritakantentang duo detektif cilik yang masih duduk di bangku SD. Berdua, mereka mencoba memecahkan kasus sabotase lokomotif bernomor B2503 yang merupakan rangkaian dari kereta uap wisata yang ada di Ambarawa. Buku ini tidak hanya berisipetualangan semata, namun didalamnya juga terkandung pesan moral yang disisipkan penulisnya untuk anak-anak yang membacanya.

Penulis juga menyampaikan bahwa bagian tersulit ketika membuat buku untuk anak adalah dalam menuangkan imajinasi ke dalam bahasa yang sederhana namun seru, agar anak-anak bisa memahami jalan cerita di buku dan tertarik untuk membacanya sampai tamat.Salah satu kuncinya menurut sang penulis adalah dengan menghindari kalimat-kalimat panjang. Usahakan untuk membuat kalimat yang berisi kurang dari 10 kata. Lebih daripada itu akan sulit dicerna oleh anak. Sebelum menulis buku untuk anak-anak, seorang penulis sebaiknya juga mempelajari psikologi anak, agar bukunyamengena di hati dan pikiran anak-anak.

September 25, 2019 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Artikel

Ough! Sunan Kuning di Booktalk Festival Kota Lama

by masadmin September 25, 2019
written by masadmin

Booktalk pada hari Kamis (19/9/19) ini mendiskusikan sebuah buku yang berjudu lunik, “Ough! Sunan Kuning (1966-2019)”, karya Bambang Iss Wirya. Acara yang berlangsung di Ampiteater Oudetrap Kota Lama ini dibuka oleh Tirta Nursari selaku narasumber bersama Bambang si penulis buku yang bersangkutan. Ada 25 peserta yang hadir di acarainidan rata-rata mengaku terkesan dengan judul buku tersebut. Semua warga kota Semarang, memang tak pelak lagi pasti tahu Sunan Kuning atau kerap disingkat dengan SK.

Sunan Kuning merupakan tempat lokalisasi pekerja seks di Semarang, semacam Gang Doli di Surabaya atau Sarkem di Jogja. Bambangmemiliki ide untuk segera menerbitkan buku ini ketika mendengar kabar bahwa SK akan ditutup oleh pemda Semarang pada tahun 2019 ini. Riset untukisi buku tersebut sebenarnya sudah diawali sejak lama, yaitu ketika ia masih menjadi wartawan Suara Merdeka pada tahun 70an.  Namun riset intensifnya baru dilakukan pada tahun 2017 dan bukunya baru bisa terbit tahun ini.

Karya ketiga Bambang ini laris manis. Buku yang diterbitkan sejumlah 300 eksemplar ini sudah habis terjual. Sedemikian menariknya buku ini sehingga acara bedah bukunya berhasil menarik pengunjung-pengunjung istimewa, diantaranya adalah penulis buku asli semarangan, Handry TM dan narasumber workshop training Passion to Action,Harry Xiao. Beliau yang baru saja selesai mengisi materi workshop tersebut langsung bergegas datang ke acara Booktalk ini.

Menurut Tirta, buku ini layak dibaca oleh kalangan muda dan dewasa. Bahasanya lincah, segar dan menggunakan bahasa dialog sehari-hari orang Semarang, sehingga dinamika kehidupan di SK bisa tergambarkan dengan nyata dan menarik. Buku ini sarat dengan nilai-nilai sejarah, sosial dan religi.

Bambang sekila smenjelaskan bahwa dulu lokasi SK ini merupakan pemukiman penduduk yang didalamnya terdapat anak-anak, orang tua dan keluarga biasa. Namun sejaktahun 2019, sudah tidak ada lagi rumah tangga biasadan anak-anak di SK. Penduduk biasa sudah direlokasi dan sekarang SK menjadi lokasi hiburan umum dan hiburan para lelaki khususnya.

Di hari yang sama pada pukul 19.30 WIB, di gedung Marabunta diadakan acara VIP Dinner yang dihadiri oleh tamu-tamu undangan panitia. Para tamu undangan duduk di kursi-kursi yang disusun melingkari ruangan. Bagian tengah ruangan dikosongkan untuk area panggung hiburan musik dan tempat dansa. Dalam acara ini diundi beragam hadiah door prize dengan hadiah utama voucher perjalanan wisata Hongkong.

September 25, 2019 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

Recent Posts

  • Menghidupkan Kembali Kota Lama Semarang
  • ARAK-ARAKAN INDISCHE PARADE TANDAI BERAKHIRNYA Festival Kota Lama 2019
  • Line Dance On The Street Ramaikan Hari Terakhir Festival Kota Lama 2019
  • Panggung Sketsa Musik Kota Lama Ramaikan Hari Jadi ke-7 Arsisketur
  • Belajar Wayang Suket di Acara Kids Fun Kota Lama

Recent Comments

    Archives

    • September 2022
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • September 2018
    • March 2018
    • September 2017

    Categories

    • Artikel
    • Berita
    • Blog
    • Budaya
    • Event
    • Film
    • Kuliner
    • Musik
    • News
    • Sejarah
    • Uncategorized

    @2019 - All Right Reserved. Designed and Developed by Festival Kota Lama

    Festival Kota Lama
    • Home
    • Event
    • Profil
    • Kontak Kami
    • Blog