• Home
  • Event
  • Profil
  • Kontak Kami
  • Blog
Kuliner

Nikmati Gaya-Rasa Kuliner Jadul di Pasar Sentiling Kota Lama Semarang

by masadmin September 16, 2019
written by masadmin

Buat yang kangen dengan atmosfer dan cita rasa kuliner masa lalu, Pasar Sentiling hadir di Festival Kota Lama 2019 sebagai obat pelipur.  Selain menyediakan panganan jadul, pasar yang terletak di samping Taman Lampion ini, juga mewajibkan transaksi pembayaran dengan menggunakan uang jadul. Seru kan? Di Pasar Sentiling atau Sentiling Night Market, pengunjung yang hendak berbelanja mesti menukarkan uangnya dengan uang jadul di kasir yang terletak di pintu masuk. 

Nah, dengan berbekal uang jadul itu, pengunjung bisa membeli jajanan atau masakan tempo dulu yang melegenda. Misalnya  Es Conglik, Tahu Petis Yudhistira, Gudeg Yu Djum dari Yogyakarta, Bubur Tumpang Mbak She asli Salatiga dan masih banyak lagi.  Sedikitnya ada 53 lapak jajanan khas  berbagai kota hadir di sini. Harganya bervariasi mulai dari Rp 5.000,- hingga Rp 50.000,-.  Meski bernuansa jadul, sentuhan jaman now juga ada di sini. Selain transaksi pembayaran  dengan  uang jadul, pengunjung juga bisa bertransaksi secara non-tunai menggunakan Go-Pay.

Pasar Sentiling hadir selama Festival Kota Lama berlangsung, 12-22 September 2019, pukul 15:00 hingga 22:00 WIB.  Untuk masuk ke pasar ini,  pengunjungnya tidak dipungut bayaran alias gratis.

September 16, 2019 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
BudayaSejarah

Mengenal RA Kartini Lebih Dekat di Pameran Jepara Festival Kota Lama

by masadmin September 16, 2019
written by masadmin

Jepara tidak hanya dikenal sebagai penghasil ukiran kayu dan beragam produk mebelnya.  Dari kota ini juga lahir seoarang wanita pahlawan nasional yang dikenal sebagai pejuang emansipasi wanita. Ya…di kota Jepara inilah ibu kita Kart ini dilahirkan.

Dua hal tersebut itu pula lah yang ditampilkan dalam Pameran Jepara di Festival Kota Lama 2019.  Pameran Jepara yang disuguhkan Komunitas Rumah Kartini ini mencoba mengangkat sisi sejarah dari Kota Jepara dengan menampilkan informasi-informasi yang belum diketahui oleh kebanyakan orang. Salah satunya adalah pengenalan sosok Ibu Raden Ajeng Kart ini lebihd ekat lagi. Di pameran yang berlangsung di  Soesman Kantoor ini, pengunjung bisa melilhat barang-barang pribadi ibu Kartini, seperti benda-benda hasil karya ibu Kartini, bilik kerja beliau hingga foto-foto keluarga besar RA Kartini. Semua barang yang dipamerkan itumerupakan hasil riset, hibah dari kerajaan Belanda, dan hibah keluarga besar Raden Ajeng Kartini dan juga sumbangan masyarakat.

Pameran Jepara iniakanberlangsungsetiaphariselama FKL 2019. Pengunjung bisa datang dan menikmati pameran mulai dari pukul 12.00 siang hingga pukul 22.00 malamtanpa dipungut biaya masuk alias gratis. Selaras dengan tagline FKL “Kuno, Kini dan Nanti” pameran jepara dibagi menjadi tiga bagian, bagian paling depan menyuguhkan sejarah kuno tentang Kota Jepara dan silsilah Raden Ajeng Kartini, bagian tengah berisikan hasil karya dari tim rumah jepara berupa pernak pernik kecil seperti gelang dari biji kopi, tas tenun dan gitar ukir dengan edisi terbatas dan dibagian belakang berisikan berbagai furniture modern hasil kolaborasi dari tangan tangan pemuda Kota Jepara.

Ketua Komunitas Rumah Kartini, Apeep Qomi berharap kehadiran Pameran Jepara di Festival Kota Lama akan membantu upaya-upaya pelestarian dan pengembangan sosial budaya dan bahkan perekonomian masyarakat Jepara.

September 16, 2019 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
ArtikelBudaya

Memanjakan mata dengan Sketsa Bangunan Cagar Budaya di Kota Lama

by masadmin September 16, 2019
written by masadmin

Memanjakan mata unuk bernostalgia di Festival Kota Lama Semarang 2019, tidak harus selalu di sudut-sudut wilayah kota lama. Pameran Sketsa Bangunan Cagar Budaya bertajuk “Sketch Carnival Architecture, Art & Sense” di gedung Monod Diephuis, menawarkan pilihan lain untuk bernostalgia dengan bangunan cagar budaya. Lewat sketsa,  bangunan cagar budaya tampil dengan karakter yang berbeda. Di pameran yang berlangsung selama penyelenggaraan FKL 2019 ini, pengunjung dapat menikmati 50 sketsa bangunan cagar budaya yang bukan hanya terdapat di kota lama Semarang tetapi juga dari kota-kota lain seperti Jakarta, Bali dan Surabaya. Ke lima puluh sketsa tersebut merupakan karya terpilih dari peserta lomba sketsa tingkat nasional dengan tema “Bangunan Cagar Budaya” pada bulan Mei lalu. Selainitu, pada hari Minggu 15/9/19 pameran yang didukung Komunitas Arsitektur Semarang ini juga mengadakan “live sketch” dengan melibatkan 150 peserta dari berbagai kalangan.

Menurut Leo, dari Komunitas Arsitektur Semarang,  memotret bangunan lama lewat sketsa bisa memudahkan komunikasi dengan orang awam agar peduli dengan bangunan cagar budaya. Selain itu sketsa juga merupakani media yang memotret perubahan bangunan lama dari masa ke masa. Sehingga bila terjadi perubahan, public bisa melihat perubahan-perubahannya.

Pameran Sketsa Banguan Cagar Budaya di gedung Monod Diephuis ini dibuka setiap hari dari jam 16:00 hingga 22:00  tanpa dipungut biaya masuk.

September 16, 2019 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

Recent Posts

  • Menghidupkan Kembali Kota Lama Semarang
  • ARAK-ARAKAN INDISCHE PARADE TANDAI BERAKHIRNYA Festival Kota Lama 2019
  • Line Dance On The Street Ramaikan Hari Terakhir Festival Kota Lama 2019
  • Panggung Sketsa Musik Kota Lama Ramaikan Hari Jadi ke-7 Arsisketur
  • Belajar Wayang Suket di Acara Kids Fun Kota Lama

Recent Comments

    Archives

    • September 2022
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • September 2018
    • March 2018
    • September 2017

    Categories

    • Artikel
    • Berita
    • Blog
    • Budaya
    • Event
    • Film
    • Kuliner
    • Musik
    • News
    • Sejarah
    • Uncategorized

    @2019 - All Right Reserved. Designed and Developed by Festival Kota Lama

    Festival Kota Lama
    • Home
    • Event
    • Profil
    • Kontak Kami
    • Blog