• Home
  • Event
  • Profil
  • Kontak Kami
  • Blog
Sejarah

Mengenal Sosok Gie Lewat Bedah Film dan Diskusi di Festival Kota Lama

by masadmin September 16, 2019
written by masadmin

Di gedung Marabunta pada hari ini, Sabtu (14/9/19) pukul 13.00-15.00 WIB berlangsung acara bedah film biografi dari tokoh aktivis Indonesia, Soe Hok Gie. Film ini disutradarai oleh Riri Riza dan diproduseri oleh Mira Lesmana. Film ini bercerita tentang kehidupan Gie (nama panggilannya) berdasarkan catatan hariannya daritahun 1957 sampai 1969. Film ini dipilih karena sebagian latar waktunya berlangsung di area Kota Lama Semarang, yaitu semasa Gie duduk dibangku SMA.

Gie yang dilahirkan tanggal 17 Desember 1942, adalah adik dari sosiolog Arief Budiman. Di masa mudanya Gie dikenal kritis dan berani berargumentasi dengan orang-orang yang berbeda pendapat dengannya. Selain kritis, Gie adalah seorang yang berpendirian kuat, pendiam dan tidak mudah terpengaruh. Ia adalah seorang pemuda yang bercita-cita ingin merubah negeri ini, menjadi negeri yang mewujudkan keadilan, persatuan, keamanan dan kesejahteraan bagi rakyat.

Pada suatu titik kehidupannya, teman-teman seperjuangannya satu demi satu meninggalkannya sehingga ia berjuang sendirian. Hidup Gie berakhir dramatis, meninggal di Gunung Semeru akibat gas beracun. Ia meninggal dalam keadaan sedih dan kesepian, sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27, 16 Desember 1969. Film ini merupakan film yang baik untuk pembelajaran sejarah, politik dan pembangunan karakter pemuda yang positif. Pengunjung yang datang kurang lebih30 orang terdiri dari mahasiswa dan umum. Walau tidak terlalu banyak, tetapi pengunjung yang datang tampak antusias menanggapi materi yang disampaikan. Harga tiket masuknya adalah Rp65.000 melalui daftar online dan Rp75.000 bila beli langsung di lokasi. Peserta mendapat goodie bag dan fasilitas gratis keliling Kota Lama bersama komunitas Bersukaria Walk.

September 16, 2019 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Event

Book Talk: Menapaki Kota Semarang Lewat Buku di Festival Kota Lama

by masadmin September 15, 2019
written by masadmin

Buku berjudul “Semarangku Semarangmu” karya dari Sulis Bambang membuka acara booktalk pada rangkaian acara Festival Kota Lama, Kamis sore . Kumpulan cerpenbertema cinta inimengambilsetting  lokasiseputar kota Semarang.

Selain Sulis Bambang, tampil pula penulis asal Semarang Enggar Adibroto dan Yanti sebagai narasumber. Dalam kesempatan itu, Sulis Bambang berharap munculnya penulis-penulis muda atau penulis milenial yang menjad ikankota Semarang sebagai setting dari kisah yang ditulisnya. Penggambaran lokasi yang menjadi setting sebuah cerpen atau karya tulis merupakan pendokumentasian tertulis dari sebuah daerah atau kota pada saat karya tulis itu dibuat. Sementara Enggar Adibroto menekankan riset merupakan keharusan untuk menghasilkan karya tulis yang baik dan menarik.  Sebuah cerpen yang ditulis tanpa melalui riset hanya akan menampilkan karya imajinatif yang jauh dari fakta, tandasnya.

Acara hari pertama booktalk ini dimeriahkan dengan penampilan kelompok Musik Karinding Nusantara  pimpinan Muklis Ponco dari Banten. Karinding adalah alat musik tiup tradisonal asal Sunda. Dengan mengharmonisasi kannya bersama alat musik lain seperti gitar. seruling dan bambu air, 6 musisi dari Institut Karinding Nusantara tersebut membawakan dua lagu di awal dan penutupan acara.

Kecuali Jumat, 13 september,Booktalk diadakan setiap hari selama festival berlangsung pukul 16.00-17.15 WIB,  di Amphiteater Oudethrap belakang taman Sri Gunting.

September 15, 2019 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Berita

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi: “Festival Kota Lama harus Menjadi Primadona Kota Lama”

by masadmin September 15, 2019
written by masadmin

Jumat petang (13/9/19), Walikota Semarang, Hendrar Prihadi secara resmi membuka Festival Kota Lama Semarang 2019. Dimeriahkan dengan penampilan kelompok musik Gambang Semarang, Opening Ceremony  yang diadakan di gedung Marabunta itu dihadiri oleh sekitar 150 undangan yang terdiri dari berbagai kalangan masyarakat. Pada kesempatan itu, Walikota Hendrar Prihadi berharap agar festival yang digelar setiap tahun ini bisa menjadi primadona Kota Lama. 

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berlangsung 3 hari, Festival Kota Lama (FKL) 2019 akan berlangsung selama 11 hari, yakni 12 hingga 22 September mendatang. Menurut Ketua Panitia FKL 2019, Yeru…. mengatakan “Dengan durasi waktu yang lebih lama, festival kota lama akan menjadi event yang selalu dinanti-nantikan masyarakat sekitar, luar daerah bahkan wisatawan mancanegara”. Sehingga cita-cita menjadikan Kota Lama Semarang sebagai destinasi wisata dunia dapat terwujud. Oleh karena itu FKL 2019 mengusung tema “Indische Parade, Kota Lama Menyongsong Destinasi Wisata Dunia.

Berbagai acara menarik akan memeriahkan FKL 2019. Diantaranya Pagelaran Wayang Kulit di gedung Marabunta, Pameran Karya Sketsa Bangunan Cagar Budaya yang  di gedung Monod Diephuis, Pameran Jepara di Soesman, Booktalk di Amphiteater Oudetrap, pemutaran dan nonton bareng film-film bersetting lokasi kota Semarang, jelajah tempat bersejarah bersama komunitas pegiat sejarah gedung-gedung di Kota Lama, dan  yang selaludinantipecintakuliner, PasarSentiling. “Kekhasan dari Festival Kota Lama ada di kulinernya, karena banyak kuliner legenda yang tersedia, maka datanglah ke Pasar Sentiling untuk merasakannya sendiri” tandas Walikota Hendrar Prihadi.

September 15, 2019 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

Recent Posts

  • Menghidupkan Kembali Kota Lama Semarang
  • ARAK-ARAKAN INDISCHE PARADE TANDAI BERAKHIRNYA Festival Kota Lama 2019
  • Line Dance On The Street Ramaikan Hari Terakhir Festival Kota Lama 2019
  • Panggung Sketsa Musik Kota Lama Ramaikan Hari Jadi ke-7 Arsisketur
  • Belajar Wayang Suket di Acara Kids Fun Kota Lama

Recent Comments

    Archives

    • September 2022
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • September 2018
    • March 2018
    • September 2017

    Categories

    • Artikel
    • Berita
    • Blog
    • Budaya
    • Event
    • Film
    • Kuliner
    • Musik
    • News
    • Sejarah
    • Uncategorized

    @2019 - All Right Reserved. Designed and Developed by Festival Kota Lama

    Festival Kota Lama
    • Home
    • Event
    • Profil
    • Kontak Kami
    • Blog